
Malam itu badanku sudah terlalu letih untuk dibuat berdiri tegap diruangan dosen pembimbing tugas akhirku, namun aku mencoba tetap terlihat segar seperti teman-temanku lainnnya. Singkat cerita, aku beranjak pulang setengah jam kemudian menuju tempat kos temanku yang letaknya tak jauh dari kampus. Sesampainya di tempat kosan, segeralah aku pergi ke kamarnya untuk mengganti bajuku yang sudah kusut dan kumal. Namun aku tidak langsung beristirahat, karena malam ini aku harus memperbaiki file presentasiku untuk disajikan pada persidangan sarjanaku esok pagi.
Tombol power telah menyala dan secara bertahap notebookpun sudah siap untuk digunakan. Namun alangkah terkejutnya ketika flashdisk mungil itu aku buka, file presentasi yang semula baik-baik saja, kini telah berubah menjadi file .exe. Sudah pasti file tugas akhirku terinfeksi virus, pusing dan kesal serta kalut menyelimuti pikiranku saat itu. Bagaimana tidak, aku telah membuatnya susah payah hingga dua minggu berturut-turut dengan sedikit tidur malam, namun pada akhirnya harus rusak beberapa detik saja oleh virus. Yang tidak aku mengerti, antivirus yang telah terinstall tidak mendeteksi adanya virus.
Teringat PCMAV yang pernah menolong PC ku saat terinfeksi virus Brontok, akhirnya aku putuskan untuk pergi ke warnet untuk mendownload PCMAV. Namun langkahku terhenti ketika melihat arah jarum jam sudah menunjukan pukul 01.00 malam. Terduduk lemas tanpa berkata-kata, kini diriku hanya pasrah menunggu datangnya hari esok. “…Oh iya, perasaan aku pernah mengcopy PCMAV ke laptop temenku itu…” aku berkata di dalam hati. Dengan segera aku searching PCMAV, dan syukur alhamdulillah akhirnya antivirus itu ditemukan keberadaannya.
Angin segar kini telah sedikit mengurangi rasa kekalutanku, sementara itu aku terus menjalankan PCMAV. Dua menit berlalu, dan akhirnya file tugas ahirku kini telah bersih dari virus “Trojan, Malingsi”. Ya Allah terima kasih atas petunjuk dan nikmat yang telah engkau berikan kepadaku.
TERIMA KASIH PCMAV…MAJU TERUS PUTRA-PUTRI INDONESIA…!!!