You are currently browsing the monthly archive for Januari, 2009.
Waktu : Minggu, 22 Februari 2009
Pukul : 15.00 WIB – selesai
Tempat : Resinda Food Fest, JL.Resinda Raya, Perum Resinda, Karawang
Agenda : Silaturahmi + perkenalan
Biaya : Makan dan minum ditanggung masing-masing


Jelang malam secara tak sengaja aku menonton sebuah acara yang mengangkat tentang “Save The World” pada tayangan ELECTION di Metro Tv. Bagus sekali acaranya hingga menggugah hati nurani ini untuk ikut serta berperan dalam melestarikan alam. Bayangkan saja hutan indonesia semakin hari semakin habis beberapa hektarnya, menjadi korban manusia dalam merauk ambisinya dalam :
1.Sesuap nasi
2.Harta
Indonesia kini menjadi negara 4 besar penyumbang CO2 didunia, karena pembakaran hutan untuk membangun perkebunan kelapa sawit. Indonesia yang dahulunya jantung dunia kini sudah berubah menjadi nadi dunia, mana tanggung jawab para petinggi pemerintah yang duduk santai di pangkuan kursinya…Ironisnya orang asinglah yang sangat peduli dengan kelestraian lingkungan indonesia. Malu rasanya jadi WNI.
Karna hal tersebut aku jadi teringat dengan kota kelahiranku ” KARAWANG”, Kota yang dahulunya banyak sekali sawah-sawah yang terhampar, kini sudah menjadi perumahan dan industri. Saya tidak tahu pernanan pemerintah karawang dalam melestarikan sawah, semua tidak transparan. Cuma memohon pada pemerintahan karawang “SELAMATKAN PADI KITA”, jangan terayu oleh investor – investor yang menawarkan nafsu. Perhatikan alam, karena jika tidak ada alam manusia tidak bisa hidup…
“SELAMATKAN PADI KARAWANG”
“SAVE THE WORLD”


Ketika semua telah tahu
Ketika semua telah sadar
Bahwa semua ini hanyalah dia
Semua ini hanyalah kepunyaan-NYA
Maka sirnalah aku
Kiamatlah aku
Dan siaplah aku kembali kepadanya
Karna aku yang tidak mempunyai apa-apa…
Habis gelap Terbitlah Terang…Sebuah pepatah ataukah sebuah potongan syair…jujur saya juga tidak tahu, tetapi yang jelas untaian kata itu mepunyai makna yang sangat luas…adapun kalimat itu berkaitan dengan kalimat ” jangan menilai sesuatu dari luarnya, tetapi nilailah dari dalamnya “.
Smua terjadi pada kehidupan yang maya ini, dan terjadi pada kisah hidupku. Suatu ketika aku menyukai sesuatu, namun setelah aku jalani beberapa waktu lamanya, aku baru sadar bahwa ada satu point yang menurut aku sangat kurang. Pada akhirnya aku tidak terlalu sesuatu itu. Namun ternyata sesuatu itu sangat memberikan manfaat yang sangat besar padaku,pada kehidupanku dan pada sikapku. Hingga waktu terus berjalan, dan menyadarkan sesuatu itu telah tidak begitu disukai dan mulai menjauh dan menjauh.
Singkat cerita aku sangat kehilangan atas sesuatu itu, seperti jasad yang hidup tanpa sebelah nyawanya. Aku gelap sebelumnya…dan sangat gelap atas sesuatu itu…namun setelah aku jelas dan mulai terang, ternyata sesuatu itu lebih bermanfaat untukku. Habis gelap terbitlah terang…
Sepenggal 0,0000 sekian persennya dari kutipan Al-QUR’AN, yang telah menuntun manusia agar lebih baik dalam menjalani kehidupannya…





