You are currently browsing the monthly archive for April 2009.

Jika aku merenungi…semua waktu dan kenyataan yang terjadi…aku merasa bersalah kepada :
- Allah, karena ibadahku banyak bolongnya
- Kanjeng Rosul, karena banyak sunahnya tak aku jalani
- Orang Tua, kadang klo kesel aku bilang ” ah “…
- Ririn, karena kesel yg sepintas gw ma dia jadi the end
- Diri sendiri, karna lum tahu harus dibawa kemana 19 kumpulan yang membentuk jasad ini….
Rasanya sudah tidak sabar ingin tahu siapa diri ini…ingin rasanya keluar dari selimut yang pengap. Tidak seluruh badan, mata ini pun ngk apa-apa….yang melihat sisi lain dari kehidupan ini.
Dikala hati jatuh
Ciut
Pedih
Dan terluka
Tanpa balas dan senyum
Akhir bulan mulud tempo lalu, tepatnya di padepokan tempat biasa aku mengikuti pengajian. Celetuk salah-satu dari kami menanyakan kepada wong tuo ( yang dihormati ) ” bah…rencana mau kesana jadi ngk?”. Jawab wong tuo ” insyaallah jadi…kalau gitu kita atur waktunya”. Akhirnya waktu untuk pergi silaturahmi ke makam Rd.Antrakusumah di daerah cikalong-Cinajur pun telah disepakati.
Tiada lain maksut dari kami semua pergi kesana adalah :
1.Agar kita generasi muda tahu dan mengetahui, tentang sejarah-sejarah kerajaan di indonesia dan profile-profile pejabatnya.
2.Silaturahmi kepada rekan-rekan disana, karena banyak teman banyak saudara, banyak rejeki pula.
Sehingga tidak ada maksut untuk meminta kepada makam, seperti yang digembor-gemborkan orang-orang tentang ziarah.
Banyak pengalaman dan hikmah yang aku dapati , diantaranya :
1.Dengan adanya makam para auliya dan petinggi kerajaan jaman dahulu, telah membawa berkah dan rejeki masyarakat sekitar, yaitu untuk membuka usaha disekitarnya.
2.Budaya yang akan kita ingat selalu, menjadi bahan pelajaran bagi generasi selanjutnya.
3.Bahwa dahulu kala, para auliya dan petinggi pemerintah lebih seneng memecahkan masalah dengan berdiam diri di pegunungan…
Yang perlu kita teladani adalah, bagaimana caranya kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat banyak, sekalipun kita sudah meninggal.
Menuju perjalanan lewat loji-karawang

Didepan pintu utama Makam Rdn.Aria WiranatuDatar

Di Makam Rd.Aria WiranatuDatar

Menuju Makam Rdn.AntraKusumah
Menaiki perbukitan jam 23.00 malam

Yang ini dodol Cianjur

Menggenggam bagai tak ada
Memeluk bagai tak terasa
Tertunduk akhir dari sebuah kekecewaan
Bagaimana seharusnya
Tanpa ada rencana
Mati
Kosong dan hampa





