
Suasana semakin lama semakin hening dan bernuansa magis, setelah terdengar suara aneh yang mengiringi pembicaraan kami. Alih-alih ternyata suara aneh itu adalah suara Aneh Burung Hantu, subhanaallah lucu sekali burung itu. Image yang selama ini menjerumuskan burung itu menjadi burung yang menyeramkan hilang sudah, apalagi saat burung itu terbang dan mendarat di tanganku.
Manja dengan membedakan suaranya, itulah gaya dari burung hantu itu. Dengan mengelus bulunya yang licin, telah membuat burung itu menjadi manja kepada empunya. Tanya demi tanya, anak burung hantu itu jatuh pada saat sang induk membawanya terbang saat masih kecil. Dirawat dan dipeliharalah anak burung hantu itu hingga dewasa.
Hikmah yang diambil :
1.Jangan menilai sesuatu itu dari rupanya, karena bisa saja buruk rupa cantik hatinya
2.Jangan ikut-ikutan menilai apa yang belum kita lihat dengan sendiri, karena nama bukanlah yang memutuskan kebenaran sesungguhnya.






6 comments
Comments feed for this article
Mei 13, 2009 pada 7:47 am
kangtatang
Setuju kang saya setuju dengan konsep idenya.
Don’t judge the bokk by it’s cover
salam
kang tatang
Mei 13, 2009 pada 8:28 am
alamkarawang
ada satu pendukung euy….mari kita budayakan burung hantu…
Mei 13, 2009 pada 9:32 am
guskar
Mata yang menghadap ke depan, sehingga memungkinkan mengukur jarak dengan tepat; paruh yang kuat dan tajam; kaki yang cekatan dan mampu mencengkeram dengan kuat; dan kemampuan terbang tanpa berisik, merupakan modal dasar bagi kemampuan berburu dalam gelapnya malam. Beberapa jenis bahkan dapat memperkirakan jarak dan posisi mangsa dalam kegelapan total, hanya berdasarkan indera pendengaran dibantu oleh bulu-bulu wajahnya untuk mengarahkan suara. Ekor burung hantu umumnya pendek, namun sayapnya besar dan lebar. Rentang sayapnya mencapai sekitar tiga kali panjang tubuhnya.
Itulah “potensi kedahsyatan” yg dimiliki oleh sang burung hantu, setelah kita mengenalnya lebih dekat dan lebih dalam.
Mei 13, 2009 pada 9:45 am
alamkarawang
subhanallah..kang ternyata lebih peka juga dalam mengambil makna secara realita yah…dan logika yang asuk akal…
Mei 21, 2009 pada 11:53 pm
Wongndeso
Salam kenal
Ikutan belajar dari blog ini … Makasih
Juli 29, 2009 pada 11:39 am
annas nashrullah
wah, blog yang indah neh. salam kenal bro… maju terus blog pasundan!!
salam,
BakuDara.Com