Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Karawang’ Category

Alam Karawang, 01 Juni 2013-06-02

 

Sebelumnya pangkalan ini adalah pangkalan banyak angkot jurusan Cikampek-Karawang, namun setelah Terminal Klari diaktifkan. Hanya beberapa saja yang mangkal, Dikarenakan memang sudah tidak diperbolehkan lagi angkot mangkal diperempatan ini. Selain membuat macet, diperempatan ini kerap terjadi juga sebagai tempat ajang nongkrongnya muda-mudi yang tidak jelas tujuannya.

 

Jika sudah larut malam ( antara jam.08’00 – pagi ) pangkalan angkot ini cukup membuat kesal dan meresahkan warga, karena adanya segelintir orang yang mencegat angkot lain lewat untuk menurunkan penumpang jurusan Kosambi dan Cikampek. Setelah diturunkan penumpang tersebut dipindahkan ke angkot lain. Penurunan ini sudah lagi bukan kehendak penumpang pribadi, akan tetapi sudah ada unsur paksaan. Hal ini kerap sekali terjadi hampir tiap malam, dan belum ada tanda-tanda dari pihak keamanan yang langsung turun-tangan menertibkannya.Kerugian yang dialami penumpang adalah selain harus mengeluarkan ongkos lagi, mereka juga harus menunggu waktu yang cukup lama  sampai angkot tersebut terisi penuh. Untuk menunggu angkotnya penuhpun cukup membuat penumpang jengkel, yaitu berkisar 1 – 2 jam. Katakanlah jika waktu tempuh seharusnya ke Cikampek adalah 1 jam, kini bisa menjadi 2 –  3 jam.

 

Bagi anda yang hendak bepergian dari arah Kota Karawang menuju Kosambi sampai Cikampek menggunakan angkot, harap diperhatikan :

 

  1. Jangan berangkat lewat dari jam 19.00 wib atau jam 7 malam.
  2. Kalau bisa gunakanlah kendaraan pribadi seperti motor.
  3. Jika anda dari Jakarta turunlah di Terminal Klari, dan naiklah angkot warna biru.
Iklan

Read Full Post »

Alam karawang, 29 Mei 2013

alam karawang (ilustrasi kecelakaan)

Kejadian ini berawal dari berhentinya angkot yang menghalangi Bus Agra Mas jurusan Kp.Rambutan-Karawang di depan persimpangan jalan Perum.Citra Kebun Mas,Kamis malam Pukul.10.00 Wib. Angkot tersebut berhenti melintang di depan bus yang tujuannya agar penumpang yang baru saja turun dari bus bisa naik ke angkotnya. Terlalu lama angkot tersebut berhenti menghalangi bus, akhirnya supir dari bus Agra Mas berinisiatif membelokan busnya ke tengah jalan dengan tujuan bisa melewati angkot yang berhenti itu. Namun tak sampai jalan dan busnya pun baru saja belok, dari sisi samping kanan bus, seorang pengendara motor tengah terjepit antara bus dengan pembatas tengah jalan. Respon siaga masyarakat sekitar, akhirnya sang pengendara langsung dievakuasi ke pinggir jalan beserta motornya.

Kejadian ini tidak sampai merenggut nyawa sang pengendara, karena terjepitnyapun tidak terlalu parah dan kerusakan motornyapun tergolong rendah. Hanya saja sang pengendara harus dibawa ke Rumah Sakit terdekat, pasalnya jalannya terlihat pincang. Dari supir Agra Masnya pun terlihat menghentikan Busnya, untuk mengklarifikasikan kronologi kecelakaan tersebut.

Di sepanjang jalan ini ( Sepanjang Jalan Raya Terminal Klari ) memang banyak sekali pelanggaran lalu-lintas yang terlihat, mulai dari ojeg yang mangkal 1 meter dari bibir jalan menuju ke tengah jalan, angkot yang berhenti di tengah jalan raya ataupun mangkal, ditambah masyarakat sekitar yang mengendarai motornya berlawanan arah. Kondisi lalu-lintas jalan inipun sudah tak karuan jadinya. Perlu ada sterilisasi tampaknya pada area tersebut seperti pangkalan ojeg yang teratur, tempat pemberhentian angkot yang tepat, serta dilarangnya pengendara motor berlawanan arah.

Read Full Post »

Alam Karawang,29 May 2013

alam karawang

alam karawang

“Ya Assalamualikum wrwb…perkenalkan nama sya Ji Tiro…” belum selesai pria berusia 30 tahunan tersebut berbicara, tiba-tiba terdengar suara dengan irama menyentak kepada pria tersebut “ Kedalam aja!!!…Yee…dibilangan malah melototin lu….!!!”…Balas Ji Tiro “ iya sebentar pak”…namun sang kondektur bus berwarna merah tujuan Kp.Rambutan – Karawang itu tidak mengindahkan penjelasan Ji Tiro. Dengan mengucap “ Subhanallah…(sambil menghela nafas)” akhirnya Ji Tiro pindah ke bagian tengah bus dan dimulailah kembali mengenalkan barang dagangannya. Perdebatan tersebut cukup menyita perhatian para penumpang bus yang cukup memakan waktu kurang-lebih 5 menit.

Adalah contoh dari sikap dengan moralitas yang rendah sekali di mata khalayak orang banyak. Keterpurukan sikap saling menghargai ini ternyata sudah sangat memprihatinkan di jaman yang serba modern ini. Tidak hanya orang-orang yang berduit saja, namun orang-orang menengah kebawahpun sudah tidak lagi mengenal kata toleransi antar sesama.Maka tidak heran jika pemerintah menambah jam pelajaran AGAMA & PPKN di sekolah-sekolah. Alasannya, diharapkan pemuda-pemudi indonesia dimasa yang akan datang tetap memiliki nilai-nilai moral yang tinggi seiring perkembangan jaman.

Read Full Post »

Alam Karawang,21/05/2013

karawang mart

Meraih keuntungan dalam berdagang adalah sah-sah saja, bahkan dianjurkan. Namun semuanya dalam batas-batas kewajaran. Dalam islam tidak ditentukan harus berapa persen kah kita mengambil keuntungan dari setiap barang atau jasa yang kita jual. Akan tetapi islam sangat menganjurkan kita untuk bijaksana, dalam artian bahwa baik dari penjual dan pembeli menyetujui harga yang disepakati. Dengan demikian tidak ada rasa saling curiga diantaranya.

Namun dalam kenyataannya ada saja segelintir pedagang yang ingin sekali mengambil untung lebih. Rabu dini hari tanggal 22 Mei 2013 praktik curang semacam ini telah dialami seorang warga Kec.Klari Kab.Karawang. Sebelumnya pembeli telah mengetahui harga yang tertera pada rak saji, namun ketika sampai dikasir harga tersebut berubah menjadi lebih mahal. Secara kebetulan malam itu mesin kasirnya sedang ada masalah, sehingga dihitung secara manual.

Seharusnya kasir mengikuti harga yang tertera pada rak saji, atau jika ada perubahan harga pihak pengelola mini mart harus segera merubah harga pada rak sajinya. Sehingga tidak ada salah paham antara pembeli dan penjual. Namun jika hal itu disengaja, maka sudah tentu ini adalah melanggar undang-undang perlindungan konsumen, dan sanksinya adalah bisa dikenai denda atau hukuman pada pihak pengelola ataupun yang bersangkutan.

Read Full Post »

Alam karawang – 20/05/2013

Gambar

Hampir disetiap ruas disepanjang jalan Lingkar Luar Karawang, sering kali terlihat jalan yang retak dan berlubang. Ditambah dengan lebatnya semak belukar yang menambah panorama jalan tersebut. Pembuatan celah memutar balik arahpun kini sudah ada di beberapa titik jalan. Entah kurangnya tenaga pekerja dinas kebersihan atau kendala teknis lainnya, yang jelas ketika kita melintas di jalan lingkar luar tersebut kita akan merasa diajak jalan-jalan kesebuah jalan desa yang nun jauh disana. Pasalnya semak belukar tampak tumbuh di samping jalan, bahkan ditengah – tengah pembatas jalan.

Citra sebuah kota akan tertuang pada keadaan lingkungannya, termasuk kebersihan jalan dan area sekitarnya. Jika lingkunganya kotor maka sudah jelas sekali PEMDA setempat kurang memperhatikan kebersihan. Jika demikian maka tampaklah dibenak pengendara yang melintas bahwa masyarakat disekitarnya tidak rajin dan apik, begitu juga dengan pemerintahannya. Sungguh ironis kabupaten yang merupakan salah-satu tempat beradanya industri terbesar di Asia, keadaan lingkungannya jauh dari harapan. Bagaimana jika nantinya menjadi Ibu Kota Negara jika jalannya pun jarang dibersihkan dan diperhatikan.

Semoga dikedepan harinya pemerintah kabupaten karawang lebih rajin dan menjaga kebersihan, begitu juga dengan masyarakatnya. Amin…

Read Full Post »

Gambar

Karawang,20 Juli 2012

Macet sudah tentu kita rasakan di kota-kota besar seperti Jakarta, namun jika macet kita rasakan di kota kecil Karawang tentu sangatlah aneh. Kemacetan yang kerap terjadi ini bisa kita jumpai disaat jam-jam sibuk para pekerja akan memulai aktivitasnya. Pagi sekitar jam 07.00 sampai jam 08.30 WIB dan sore sekitar jam 16.00 sampai dengan jam 18.30 WIB. Kemacetan ini terjadi didaerah Badami atau 100 meter menjelang Pintu Tol Karawang Barat dan jembatan Sungai Citarum yang berlokasi di sekitar Pabrik Es Karawang. Banyaknya kendaraan antar-jemput karyawan yang tidak sepadan dengan akses luas jalan, membuat sepanjang jalan Pintu Tol Karawang hampir lumpuh total. Apalagi ditambah dengan pintu keluar-masuknya kawasan industri KIIC yang begitu kecil dan hampir berdekatan dengan pintu tol, telah memperparah jalur interchange ini.

 

Seharusnya pemerintah Kabupaten Karawang serta para pengusaha industri bisa memecahkan masalah ini, sehingga masalah kemacetanpun dapat terselesaikan. Langkah alternatif memang sudah diambil, diantaranya dengan membuat pintu TOL langsung menuju jalan TOL Jakarta-Cikampek. Namun bagi kendaraan antar-jemput karyawan yang menuju kawasan kota Karawang, tetap saja hanya menggunakan jalan interchange yang mempunyai akses dua jalur. Sungguh disayangkan dengan adanya kawasan industri yang mulai meluas, namun akses jalan di kota ini masih sangat terbatas. Jika kondisi ini tidak segera diambil sebuah langkah penyelesaian, maka tak ayal lagi jalan di kota-kota karawang akan dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan yang menumpuk disepanjang jalan-jalanya.

Read Full Post »