Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Lingkungan’ Category

Wisata Sampah

Wisata Sampah, alam karawang

Wisata Sampah

Wisata alam pastinya akan sangat menyenangkan, selain kita dapat melihat keindahan flora dan fauna kita juga bisa menghirup udara segar hasil dari fotosintesis tumbuhan yang belum tercemar. Namun lain halnya jika anda berwisata alam kesebuah desa di pinggiran kota, tepatnya di jalan pinggiran irigasi yang menuju ke bendungan Leuwueng Seurueh. Udara tidak sedap dengan cepat akan menusuk kedua rongga hidung kita, jika kebetulan kita melintasi jalan tersebut. Hal ini dikarenakan sepanjang kurang lebih 30 meter terdapat tumpukan sampah dari hasil kegiatan masyarakat sekitar. Entah apa yang menjadi landasan pemikiran warga sekitar tentang membuang sampah di pinggiran sungai. padahal jika semakin lama sampah tersebut menumpuk bukan lagi masalah volume sampah yang ada, akan tetapi bisa saja sampah-sampah tersebut masuk kedalam aliran sungai dan mengotori air sungai yang kemudian meyebabkan pencemaran air sungai. Dampak lain yang bisa diakibatkan adalah terjadinya penyumbatan di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai), sehingga bisa memicu meluapnya air sungai atau banjir.

Kemungkinan yang lebih buruk adalah bisa menimbulkan berbagai macam penyakit di sekitar pemukiman hilir sungai, pasalnya terusan irigasi tersebut ada yang terbagi ke arah daerah Johar. Dimana ada segelintir penduduk yang masih menggunakan air sungai, untuk mencuci pakaian. Walaupun saat ini sampah-sampah yang tertumpuk belum terlalu luas, namun jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan volume sampah bisa mencapai ratusan kubik jumlahnya.

Kiranya sudah waktunya aparat pemerintahan desa setempat, segera menindak warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan mencarikan solusi untuk penanganan sampah tersebut. Alam yang bersih adalah alam yang sehat.

Iklan

Read Full Post »

Jalan Lingkar Luar Karawang

Sketsa Jalan Lingkar Luar Karawang

Kemacetan jalan kota karawang kini telah berangsur-angsur lancar, terlihat dari tidak-adanya angkutan bus dan mobil besar yang mangkal dan melewati  jalan pusat kota. Sudah sepantasnya masyarakat kota karawang berterima kasih kepada pemerintahan, karena hal tersebut. Semua itu merupakan fungsi dari jalan lingkar luar kota yang mengalihkan bus dan kendaraan bermuatan besar, untuk tidak melewati kota. Namun kebanggaan atas jalan lingkar luar tersebut menjadi pudar, ketika melihat rerumputan mulai menjalar di pembatas tengah dan pinggir-pinggir jalan. Dilema atau tidak  sejak dari tahun 1990 hingga sekarang, kenapa kota karawang selalu tidak dalam keadaan rapih baik dari jalan, trotoar,lampu penerangan,taman kota dan kebersihan lingkungannya. Hanya didaerah sekitar kota saja yang terlihat sedikit rapih, tetapi didaerah-daerah pedalaman tidak demikian.

Jika membaca kembali moto dari kota karawang yang INTERASIH ( Indah Tertib Aman Bersih ), terasa malu sekali, pasalnya moto tersebut belum semuanya terealisasi dengan baik. Mungkin sudah saatnya penerintah kabupaten karawang merubah sikap dan budayanya agar lebih bisa menggapai kota yang INTERASIH. Perlu rasanya saling bahu-membahu antara masyarakat dan aparat pemerintahan, untukenciptakan lingkungan yang baik. Jangan sampai masyarakat tetangga melewati kota karawang, mempunyai kesan yang buruk seperti jalan lingkar luar tersebut yang seolah-olah tidak terawat.

Read Full Post »

Banjir Citarum,alam karawang

Banjir Citarum

(Arix, Karawang 21 Mei 2010)

Tiga hari berturut-turut karawang diguyur hujan, membuat ketinggian air Sungai Citarum kembali meningkat. Seminggu sebelumnya, masih terlihat penduduk warga telah mencangkul bantaran sungai Citarum tersebut untuk ditanami kembali tumbuhan sayur-sayuran dan sejenis palawija. Namun alam berkehendak lain, kini bantaran sungaipun telah terendam kembali oleh luapan air dengan volume berkubik-kubik jumlahnya.

Banjir Citarum,alamkarawang

Banjir Citarum

Terlihat seorang aparat pemerintahan tengah memantau situasi ketinggian air sungai, pasalnya sebuah jalan penghubung antara kedua dusun yaitu Dusun Rumambe 1 dan 2 Desa.Anggadita Kec.Klari kini sudah terendam limpahan dari sungai Citarum. Beberapa mobil pemasok kebutuhan sebuah pabrikpun tidak bisa melintas jalan tersebut, karena ketinggian air sudah tinggi. Melihat kondisi ini mungkin sebaiknya warga memberi status siaga, karena tidak tertutup kemungkinan air sungai Citarum meluap kembali jika kota Karawang diguyur hujan kembali tiap harinya. Namun mari kita berdo’a agar hal itu tidak terjadi lagi.

Read Full Post »

( Arix, Karawang 23 Maret 2010 )

Banjir Rumambe, Klari, Karawang

Banjir Rumambe, Klari, Karawang

Banjir yang melanda kota karawang hingga kini masih menggenangi di beberapa daerah, diantaranya di Desa Rumambe I dan II Kecamatan Klari. Karenanya satu-satunya akses jalan transportasi antara ke dua desa tersebut terputus, akhirnya warga sekitar menggunakan perahu sebagai alat transportasi alternative. Hal ini dikarenakan akses desa rumambe I diapit oleh dua jalan tol yang menyebrangi sungai citarum, sehingga dengan terpaksa jalan transportasi harus melalui bawah jembatan tol yang tingginya sejajar dengan level permukaan sungai citarum pada saat kondisi normal. Tidak jauh dari lokasi jalan yang terendam banjir, terlihat sebuah bangunan  industri juga ikut terendam. Pasalnya bangunan tersebut memang dibangun di bantaran sungai citarum. Namun demikian rumah warga desa sekitar masih dalam keadaan aman, karena level sungai citarum masih sekitar satu meter dibawah jalan raya.

Banjir Citarum Rumambe, Klari, Karawang

Banjir Citarum Rumambe, Klari, Karawang


Peta Banjir Citarum Rumambe, Klari, Karawang

Peta Banjir Citarum Rumambe, Klari, Karawang

Read Full Post »

padi

Jelang malam secara tak sengaja aku menonton sebuah acara yang mengangkat tentang “Save The World” pada tayangan ELECTION di Metro Tv. Bagus sekali acaranya hingga menggugah hati nurani ini untuk ikut serta berperan dalam melestarikan alam. Bayangkan saja hutan indonesia semakin hari semakin habis beberapa hektarnya, menjadi korban manusia dalam merauk ambisinya dalam :

1.Sesuap nasi

2.Harta

Indonesia kini menjadi negara 4 besar penyumbang CO2 didunia, karena pembakaran hutan untuk membangun perkebunan kelapa sawit. Indonesia yang dahulunya jantung dunia kini sudah berubah menjadi nadi dunia, mana tanggung jawab para petinggi pemerintah yang duduk santai di pangkuan kursinya…Ironisnya orang asinglah yang sangat peduli dengan kelestraian lingkungan indonesia. Malu rasanya jadi WNI.

Karna hal tersebut aku jadi teringat dengan kota kelahiranku ” KARAWANG”, Kota yang dahulunya banyak sekali sawah-sawah yang terhampar, kini sudah menjadi perumahan dan industri. Saya tidak tahu pernanan pemerintah karawang dalam melestarikan sawah, semua tidak transparan. Cuma memohon pada pemerintahan karawang “SELAMATKAN PADI KITA”, jangan terayu oleh investor – investor yang menawarkan nafsu. Perhatikan alam, karena jika tidak ada alam manusia tidak bisa hidup…

“SELAMATKAN PADI KARAWANG”

“SAVE THE WORLD”

logo_green

green_logo1

Read Full Post »