Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘karawang’

Alam Karawang,30 May 2013

Gambar

Waktu itu terasa sudah cukup malam sekali, ” …Alhamdulillah…”  sebuah pembukaan dari runtutan kalimat yang diucapkan oleh seorang penyair jalanan. Rambut gondrong badan sedikit gemuk dengan kostum layaknya seorang pria jalanan yang biasa-biasa saja, menyiratkan pikiran disetiap orang sudah barang tentu pria tersebut akan menjual suaranya. Namun siapa sangka, ternyata pria tersebut bukanlah seperti apa yang kita kira, melainkan akan melantunkan beberapa syair tentang kehidupan yang sangat berguna bagi setiap manusia yang mendengarkannya.

99 Asma’ul Husnah lah ternyata yang ia jadikan sebuah syair berkelanjutan, nama demi nama dia artikan, nama demi nama ia ucapkan dengan berulang-ulang, dan nama-demi nama ia contohkan dengan kehidupan sehari-hari. Ditambahkanlah syairnya dengan bumbu-bumbu ketauhidan, dipercantikannya tampilan syairnya dengan siloka nun elok kalimatnya. Sungguh luar biasa, bukan hanya dengan menjual syair saja ia berusaha untuk mendapatkan sesuap nasi, namun dia juga memasukan nilai ibadah kedalamnya. Menjual syair ditambah syiar agama plus mendapatkan rizki dari apa yang dia usahakan.

Sebuah contoh bagi generasi pemuda-pemudi saat ini, agar mencari nafkah yang halal dan bermanfaat juga buat kehidupan orang banyak. Bukan saja manfaat dunia, tetapi manfaat akhirat juga. Janganlah mencari nafkah dengan mengharapkan imbalan hasil dari paksaan, karena meminta imbalan dari pemaksaan tersebut adalah sia-sia. Dan sesungguhnya kamu adalah seorang yang dalam kerugian. Demi masa jadilah hidupmu penuh dengan beribadah.

Read Full Post »

Alam Karawang,29 May 2013

alam karawang

alam karawang

“Ya Assalamualikum wrwb…perkenalkan nama sya Ji Tiro…” belum selesai pria berusia 30 tahunan tersebut berbicara, tiba-tiba terdengar suara dengan irama menyentak kepada pria tersebut “ Kedalam aja!!!…Yee…dibilangan malah melototin lu….!!!”…Balas Ji Tiro “ iya sebentar pak”…namun sang kondektur bus berwarna merah tujuan Kp.Rambutan – Karawang itu tidak mengindahkan penjelasan Ji Tiro. Dengan mengucap “ Subhanallah…(sambil menghela nafas)” akhirnya Ji Tiro pindah ke bagian tengah bus dan dimulailah kembali mengenalkan barang dagangannya. Perdebatan tersebut cukup menyita perhatian para penumpang bus yang cukup memakan waktu kurang-lebih 5 menit.

Adalah contoh dari sikap dengan moralitas yang rendah sekali di mata khalayak orang banyak. Keterpurukan sikap saling menghargai ini ternyata sudah sangat memprihatinkan di jaman yang serba modern ini. Tidak hanya orang-orang yang berduit saja, namun orang-orang menengah kebawahpun sudah tidak lagi mengenal kata toleransi antar sesama.Maka tidak heran jika pemerintah menambah jam pelajaran AGAMA & PPKN di sekolah-sekolah. Alasannya, diharapkan pemuda-pemudi indonesia dimasa yang akan datang tetap memiliki nilai-nilai moral yang tinggi seiring perkembangan jaman.

Read Full Post »

Alam Karawang,21/05/2013

karawang mart

Meraih keuntungan dalam berdagang adalah sah-sah saja, bahkan dianjurkan. Namun semuanya dalam batas-batas kewajaran. Dalam islam tidak ditentukan harus berapa persen kah kita mengambil keuntungan dari setiap barang atau jasa yang kita jual. Akan tetapi islam sangat menganjurkan kita untuk bijaksana, dalam artian bahwa baik dari penjual dan pembeli menyetujui harga yang disepakati. Dengan demikian tidak ada rasa saling curiga diantaranya.

Namun dalam kenyataannya ada saja segelintir pedagang yang ingin sekali mengambil untung lebih. Rabu dini hari tanggal 22 Mei 2013 praktik curang semacam ini telah dialami seorang warga Kec.Klari Kab.Karawang. Sebelumnya pembeli telah mengetahui harga yang tertera pada rak saji, namun ketika sampai dikasir harga tersebut berubah menjadi lebih mahal. Secara kebetulan malam itu mesin kasirnya sedang ada masalah, sehingga dihitung secara manual.

Seharusnya kasir mengikuti harga yang tertera pada rak saji, atau jika ada perubahan harga pihak pengelola mini mart harus segera merubah harga pada rak sajinya. Sehingga tidak ada salah paham antara pembeli dan penjual. Namun jika hal itu disengaja, maka sudah tentu ini adalah melanggar undang-undang perlindungan konsumen, dan sanksinya adalah bisa dikenai denda atau hukuman pada pihak pengelola ataupun yang bersangkutan.

Read Full Post »

Alam karawang – 20/05/2013

Gambar

Hampir disetiap ruas disepanjang jalan Lingkar Luar Karawang, sering kali terlihat jalan yang retak dan berlubang. Ditambah dengan lebatnya semak belukar yang menambah panorama jalan tersebut. Pembuatan celah memutar balik arahpun kini sudah ada di beberapa titik jalan. Entah kurangnya tenaga pekerja dinas kebersihan atau kendala teknis lainnya, yang jelas ketika kita melintas di jalan lingkar luar tersebut kita akan merasa diajak jalan-jalan kesebuah jalan desa yang nun jauh disana. Pasalnya semak belukar tampak tumbuh di samping jalan, bahkan ditengah – tengah pembatas jalan.

Citra sebuah kota akan tertuang pada keadaan lingkungannya, termasuk kebersihan jalan dan area sekitarnya. Jika lingkunganya kotor maka sudah jelas sekali PEMDA setempat kurang memperhatikan kebersihan. Jika demikian maka tampaklah dibenak pengendara yang melintas bahwa masyarakat disekitarnya tidak rajin dan apik, begitu juga dengan pemerintahannya. Sungguh ironis kabupaten yang merupakan salah-satu tempat beradanya industri terbesar di Asia, keadaan lingkungannya jauh dari harapan. Bagaimana jika nantinya menjadi Ibu Kota Negara jika jalannya pun jarang dibersihkan dan diperhatikan.

Semoga dikedepan harinya pemerintah kabupaten karawang lebih rajin dan menjaga kebersihan, begitu juga dengan masyarakatnya. Amin…

Read Full Post »

Gambar

Karawang,20 Juli 2012

Macet sudah tentu kita rasakan di kota-kota besar seperti Jakarta, namun jika macet kita rasakan di kota kecil Karawang tentu sangatlah aneh. Kemacetan yang kerap terjadi ini bisa kita jumpai disaat jam-jam sibuk para pekerja akan memulai aktivitasnya. Pagi sekitar jam 07.00 sampai jam 08.30 WIB dan sore sekitar jam 16.00 sampai dengan jam 18.30 WIB. Kemacetan ini terjadi didaerah Badami atau 100 meter menjelang Pintu Tol Karawang Barat dan jembatan Sungai Citarum yang berlokasi di sekitar Pabrik Es Karawang. Banyaknya kendaraan antar-jemput karyawan yang tidak sepadan dengan akses luas jalan, membuat sepanjang jalan Pintu Tol Karawang hampir lumpuh total. Apalagi ditambah dengan pintu keluar-masuknya kawasan industri KIIC yang begitu kecil dan hampir berdekatan dengan pintu tol, telah memperparah jalur interchange ini.

 

Seharusnya pemerintah Kabupaten Karawang serta para pengusaha industri bisa memecahkan masalah ini, sehingga masalah kemacetanpun dapat terselesaikan. Langkah alternatif memang sudah diambil, diantaranya dengan membuat pintu TOL langsung menuju jalan TOL Jakarta-Cikampek. Namun bagi kendaraan antar-jemput karyawan yang menuju kawasan kota Karawang, tetap saja hanya menggunakan jalan interchange yang mempunyai akses dua jalur. Sungguh disayangkan dengan adanya kawasan industri yang mulai meluas, namun akses jalan di kota ini masih sangat terbatas. Jika kondisi ini tidak segera diambil sebuah langkah penyelesaian, maka tak ayal lagi jalan di kota-kota karawang akan dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan yang menumpuk disepanjang jalan-jalanya.

Read Full Post »

Gambar

Karawang,17 Juli 2012

Faktor lokasi yang sangat jauh, kemacetan disepanjang jalan, tindak kriminal serta faktor negatif lainnya membuat warga sangat enggan untuk pergi ke pasar tradisional. Hal ini terjadi bukan hanya disatu daerah, akan tetapi hampir diseluruh daerah di tanah air indonesia. Melihat kondisi warga tersebut, ternyata telah membuka sebuah peluang dan usaha baru bagi beberapa orang yaitu dengan menjadi pedagang dilokasi tertentu yang letaknya dekat dengan perumahan warga. Dengan banyaknya pedagang yang bermunculan, kini lokasi transaksi jual-beli tersebut telah mendapat sebuah nama yang lahir dari mulut ke mulut yaitu Pasar Kaget. Berdasarkan pantauan, Pasar Kaget yang paling banyak bermunculan berada di kawasan perumahan, karena selain warganya yang cukup banyak, biasanya diperumahan-perumahan telah tersedia lahan kosong sebagai sarana warga ataupun jalan utama yang luas. Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana transaksi jual-beli.

 

Di Pasar Kaget kita ditawari dengan berbagai macam kebutuhan rumah tangga, mulai dari sayuran, buah-buahan, peralatan dan perabotan rumah tangga, pakaian, peralatan elektronika bahkan sampai penjual motor dari dealer-dealer tertentu. Selain itu kita juga akan disuguhkan dengan berbagai macam permainan-permainan anak, seperti kereta-keretaan, ayunan, mandi bola dan lainnya.

 

Pasar Kaget kini telah menjadi alternatif pasar tradisional, dimana keberadaannya telah banyak membantu warga dalam mencukupi kebutuhannya. Disamping harganya yang murah, Pasar Kagetpun tidak ada batasan bagi siapa saja orang yang ingin ikut berdagang. (Alam Karawang)

Read Full Post »

Wisata Sampah

Wisata Sampah, alam karawang

Wisata Sampah

Wisata alam pastinya akan sangat menyenangkan, selain kita dapat melihat keindahan flora dan fauna kita juga bisa menghirup udara segar hasil dari fotosintesis tumbuhan yang belum tercemar. Namun lain halnya jika anda berwisata alam kesebuah desa di pinggiran kota, tepatnya di jalan pinggiran irigasi yang menuju ke bendungan Leuwueng Seurueh. Udara tidak sedap dengan cepat akan menusuk kedua rongga hidung kita, jika kebetulan kita melintasi jalan tersebut. Hal ini dikarenakan sepanjang kurang lebih 30 meter terdapat tumpukan sampah dari hasil kegiatan masyarakat sekitar. Entah apa yang menjadi landasan pemikiran warga sekitar tentang membuang sampah di pinggiran sungai. padahal jika semakin lama sampah tersebut menumpuk bukan lagi masalah volume sampah yang ada, akan tetapi bisa saja sampah-sampah tersebut masuk kedalam aliran sungai dan mengotori air sungai yang kemudian meyebabkan pencemaran air sungai. Dampak lain yang bisa diakibatkan adalah terjadinya penyumbatan di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai), sehingga bisa memicu meluapnya air sungai atau banjir.

Kemungkinan yang lebih buruk adalah bisa menimbulkan berbagai macam penyakit di sekitar pemukiman hilir sungai, pasalnya terusan irigasi tersebut ada yang terbagi ke arah daerah Johar. Dimana ada segelintir penduduk yang masih menggunakan air sungai, untuk mencuci pakaian. Walaupun saat ini sampah-sampah yang tertumpuk belum terlalu luas, namun jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan volume sampah bisa mencapai ratusan kubik jumlahnya.

Kiranya sudah waktunya aparat pemerintahan desa setempat, segera menindak warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan mencarikan solusi untuk penanganan sampah tersebut. Alam yang bersih adalah alam yang sehat.

Read Full Post »